Terlena Dengan Valentine

Terlena Dengan Valentine
Terlena Dengan Valentine


Bismillah . .
14 Februari . . Kebanyakan orang sudah sangat familiar dengan apa yang diarayakan pada hari itu. Hari yang orang sebut sebagai Hari Kasih Sayang. Hari di mana orang-orang berkata, "Hari ini adalah hari untuk berbagi cinta dan kasih sayang kepada sesama". Dan orang-orang menyebutnya dengan Hari Valentine.
Valentine . . Di hari itu kemaksiatan bertebaran di mana-mana. Pasangan muda-mudi memadu cinta denngan sukarela. Batas agama kian dilanggar tanpa ada rasa takut dan penyelasan. Kehormatan dan kesucian wanita direnggut satu persatu dalam satu malam. Sungguh ironi.
Itulah buah dari keengganan mereka dalam menuntut ilmu agama. Dan juga beratnya tangan orang-orang mukmin untuk merangkul mereka. Sehingga zina pun mereka lakukan. Tidak mengerti bagaimana bahayanya zina. Bagaimana beratnya siksa karena zina. Dengan dalih Pacaran, mereka bebas melakukan hal apapun dengan lawan jenis.
Pacaran dan Valentine memang sulit dipisahkan. Pacaran itu mendekatkan kepada Zina dan Valentine pun juga tidak jauh beda. Padahal Allah telah melarang mendekati zina.
Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
Dalam dual hal tersebutlah zina mata, zina hati, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina mulut dan zina yang utama terjadi. Hal-hal tersebut dinamakan zina dan mendekati hal tersebut adalah perbuatan mendekati zina.
Lalu untuk apalagi kita mengikuti budaya yang bertentangan dengan ketetapan Allah SWT. Untuk apa kita sibuk dengan hal-hal tersebut ?
Janganlah Terlena ! Cobalah sejenak kita menengok situasi saat ini. Di negeri ini Umat Islam sedang dipojokkan. Ulama-Ulama dikriminalisasi, difitnah dengan tuduhan-tuduhan keji. Islam, Al Qur'an dan Ulama terus dilecehkan. Lalu di mana posisi kita saat ini ? Apakah kita akan sibuk dengan Valentine dan Pacaran ? Lalu bagaimana kelak dihadapan Allah SWT kita mempertanggungjawabkan ketidak pedulian kita terhadap kondisi Umat Islam saat ini ?
Lalu bagaimana dengan kemunculan Dajjal nanti ? Apakah kita benar-benar mampu menghadapi godaan-godaan Dajjal pada kemunculannya ? Jangan dikira dengan kita tahu bahwa Syurganya Dajjal adalah Neraka dan begitu pula sebaliknya kita jadi terhindar dari fitnahnya. Akal pikiran atau kualitas imankah yang mampu menghindarkan kita dari tipu daya Dajjal ? Akal pikiran tidak akan bisa membantu, tetapi yang dapat menyelamatkan kita dari Dajjal adalah Iman yang kuat serta pertolongan Allah SWT.
Lalu apakah sekali lagi kita akan terlena dengan Valentine dan Pacaran ? Ingatlah sungai Eufrat sudah hampir kering. Dan Dajjal akan muncul setelahnya.
Hapuslah Valentine dan Pacaran dari jalan hidup kita. Karena Para Sahabat penghuni Syurga tidak melewati jalan tersebut.
Semoga bermanfaat.
Jazakumullahu Khairan.
Penulis : Sofian Slamet Utomo



Previous
Next Post »