Mana Hatimu ?

Mana Hatimu ?
Mana Hatimu ?


Sebenarnya saya cukup heran dengan negri ini. Orang yang tak layak itu hanya sebagai tontonan di jalan. Pemerintahpun seakan tidak peduli akan kelangsungan hidup mereka. Suara mereka meminta akan keadilan dan bantuan memang sudah didengar oleh pemerintah namun seakan telinganya sudah tersumbat oleh angan-angan mereka sendiri dengan memimpikan istana hingga rela memakan hak hidup mereka yang berada di pinggir jalan.
Cobalah kita lihat mreka yang diam menginginkan ruangan. Dingin yang mereka rasakan tak membuatmu tersentuh untuk bertindak?? Senyum, tawa, cerah dan impian mreka apa tidak membuatmu merasa ingin membantunya?? Mereka sanggup hidup di keterbatasan, sedangkan kita?? Bermewah mewahan sesuka hati tanpa ada rasa puas sedikitpun. Sejuta kata dilontarkan oleh pemerintah untuk memberantas kemiskinan namun kenyataan yang tak pasti, uang pemerintah malah dihabiskan untuk membuat pesta rakyat dan acara ulangtahun kota daripada dibuat untuk memberi sebuah kelangsungan hidup bagi saudara kita yang hidup dengan keterbatasan harta.
Mana hatimu? Mana tanganmu? Seakan lemah untuk mengulurkan sedikit harta untuk yang lain. Apa kalian tidak punya hati untuk mereka?? Kalian bisa makan 3 kali sehari dengan berbagai lauk yang enak, apa kalian pernah berfikir mereka makan dengan apa?? Apa pasti 3 kali dalam sehari?? Makan seadanya dan sederhana mungkin, syukur ada lauk kadang hanya nasi putih itupun sudah cukup. Apa kalian tidak merasa ingin memberi bantuan kepada mereka?? Mungkin kalian bisa meminta lauk yang lain tetapi mereka?? Mau tidak mau harus itu..
Ayolah kita sisihkan uang kita untuk mereka. Bukan untuk foya foya, atau membeli sesuatu yang sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkannya. Jangan kau hambur-hamburkan uang mu, karna sesungguhnya ada yang lebih membutuhkan. Bayangkan saja, kita tinggal dirumah dan tidur dengan hangatnya selimut. Sedangkan mereka?? Hujan kehujanan, panas kepanasan, dingin kedinginan!! Mana hati kita hingga kita tega melihat saudara kita seperti itu. Bayangkan saja kalau kita yang berada di posisi mereka, apa kalian sanggup?? Sanggup hidup dalam keterbatasan?? Anak muda sekarang kuota internet habis aja bingungnya minta ampun, beli kuota internet dengan harga yang cukup tinggi. Coba kita hitung kuota internet sekitar 60rb setiap bulannya berarti 2000 setiap harinya, nha 2000 setiap harinya aja mudah knapa tidak dibuat beli nasi untuk mereka yang hidup di jalan??
Coba kita belajar menghitung sebentar saja.
Kita membeli kuota internet 60.000 per bulan = 2.000 per hari
Beli pulsa 12.000 per minggu, coba di jadikan 6.000 = 857 per hari => 1.000
Uang saku biasanya 10.000 perhari coba kita sisihkan = 3.000 per hari
Buat beli cemilan sekitar 2.000 per hari coba dihilangkan = 2.000 per hari
Buat beli minuman 2.000 coba kita bawa bekal dari rumah = 2.000 per hari
Coba bayangkan kita bisa saja mengumpulkan uang paling tidak sebanyak 10.000 per harinya. Cobalah kita sadaqahkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. 10.000 saja per hari, kita bisa memeri makanan untuk mereka hingga mereka bisa melangsungkan aktivitasnya selanjutnya. Bukankah itu sangat berharga buat mereka??
Semoga Allah senantiasa melndungi mereka, dan dapat menumbuhkan rasa syukur kita terhadap apa yang sudah kita miliki saat ini. Syukur kita bisa belajar berbagi terhadap mereka. Supaya mereka bisa merasakan Buka dan sahur dengan beberapa makanan. Agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar.. Aamiin
Penulis : Roziqin (Ikin Temanggung)
Previous
Next Post »